Peserta didik SDN 5 Sopet Antusias dan Menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG)
Siswa SDN 5 Sopet menikmati dan antusias dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena makanan sehat membantu semangat belajar dan menghemat uang saku, namun ada juga kritik dari beberapa siswa dan juga orang tuan siswa mengenai variasi menu yang terkadang kurang menarik atau gizi proteinnya minim, membuat beberapa siswa lebih suka bekal dari rumah atau jajanan kantin, sehingga perlu evaluasi agar menu MBG lebih kreatif dan lengkap.
Aspek Positif yang Dinikmati Siswa:
- Semangat Belajar Meningkat: Makanan bergizi membantu fokus dan energi saat sekolah berlangsung, seperti yang dirasakan siswa di SDN Kepatihan.
- Hemat Uang Saku: Siswa bisa menabung uang jajan karena tidak perlu membeli makanan di luar, seperti yang dilaporkan di Jawa Tengah.
- Keceriaan dan Kebersamaan: Momen makan bersama menciptakan suasana gembira dan menumbuhkan kebiasaan makan sehat sejak dini.
- Bantuan Bagi yang Kurang Mampu: MBG sangat membantu siswa dari keluarga tidak mampu, bahkan ada yang membawanya pulang untuk keluarga, seperti kasus di Polewali Mandar.
Kritik dan Tantangan:
- Menu Kurang Variatif: Beberapa siswa merasa menu MBG kurang sedap, terutama jika tanpa lauk seperti ayam goreng atau telur, dan kurang sambal/kerupuk.
- Kualitas Gizi: Ada kekhawatiran orang tua soal protein yang minim, sehingga menu perlu dievaluasi agar seimbang.
- Kebiasaan Makanan Rumah: Bekal buatan ibu seringkali lebih enak dan porsi lebih banyak dibanding menu MBG, menurut beberapa siswa
Solusi dan Harapan:
- Diharapkan menu MBG lebih kreatif, bervariasi, dan dilengkapi protein serta nutrisi lengkap (susu, buah, sayur, lauk).
Evaluasi berkala oleh pihak terkait untuk memperbaiki komposisi dan kualitas makanan.